TEHERAN – Tasnim pada Senin (1/6/2026) melaporkan bahwa Iran memutuskan untuk menghentikan sementara semua proses perundingan dengan Amerika Serikat (AS) sebagai bentuk protes terhadap rezim zionis Israel yang terus membombardir Lebanon dan Gaza.

Dilansir Mehr News, keputusan Iran itu sejalan dengan prasyarat gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya sehingga tim negosiasi menghentikan sementara “dialog dan pertukaran teks lewat mediator.”

Pejabat dan negosiator Iran menegaskan bahwa penghentian segara agresi dan operasi brutal rezim zionis di Gaza dan Lebanon dan perlunya penarikan pasukan Israel keluar dari wilayah pendudukan di Lebanon menjadi tuntutan mereka, dan menegaskan tidak akan pembicaraan lanjutan hingga Iran dan aliansi perlawanan setuju atas respons terhadap tuntutan itu.

Selain itu, Front Perlawanan dan Iran memblokir penuh Selat Hormuz dan mengaktifkan front lain, termasuk Selat Bab al-Mandab Strait, dalam rangka menghukum zionis dan pendukungnya.

Kepala otorita Israel Benjamin Netanyahu pada Ahad (31/5/2026), mengumumkan, bahwa dia telah memerintahkan militer untuk memperluas serangan ke wilayah Lebanon Selatan. Dia juga menginstruksikan militernya memperketat kendali atas wilayah-wilayah yang dikuasai Hizbullah.

“Saya telah memerintahkan IDF (pasukan pertahanan Israel) untuk memperluas operasi militer di Lebanon. Pasukan kami telah menyeberangi Sungai Litani. Mereka menguasai wilayah strategis. Mereka merebut area pegunungan Beaufort. Dan kini, perintah saya adalah untuk memperkuat dan memperluas kendali kami atas wilayah-wilayah yang sebelumnya dikuasai Hizbullah,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

Netanyahu merasa puas dengan upaya penaklukan Kastil Beaufort, benteng peninggalan dari era Perang Salib itu, sebagai tahap dan perubahan dramatis dalam kebijakan dia jalankan.

“Kami mengambil inisiatif, kami beroperasi di semua barisan, di Suriah, di Gaza, di Lebanon; kami telah menetapkan zona keamanan di luar perbatasan kami untuk melindungi komunitas kami. Ini akan memakan waktu lebih lama, tetapi kami akan memulihkan keamanan bagi penduduk di Utara, sama seperti yang kami lakukan bagi penduduk di Selatan. Ini akan memakan waktu, tetapi kami akan menyelesaikan misi ini,” ujarnya. (Red)

Sumber: Antara, Sputnik/RIA Novosti

Redaksi
Bagikan

By Redaksi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *